www.lineberita.id – Pencurian mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di sebuah minimarket di Kota Serang telah mengejutkan banyak pihak. Dalam insiden yang terjadi di Jalan Raya Warung Jaud, Kelurahan Kaligandu, pada 17 Desember 2025, pelaku berhasil membobol ATM milik Bank Banten, menimbulkan kerugian yang cukup besar.
Kapolsek Serang, AKP Hery Wiyono, langsung merespons laporan yang diterima sekitar pukul 06.45 WIB. Kejadian ini bukan hanya menjadi sorotan karena kerugian materiil, tetapi juga menunjukkan tingginya risiko keamanan di tempat umum.
Kronologi pencurian ini berawal saat karyawan minimarket mulai memasuki toko. Keduanya tidak menyangka bahwa mereka akan menemukan kondisi yang mengejutkan dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Detail Kasus dan Tindakan Kepolisian yang Diambil
Setelah menerima laporan dari saksi bernama Hermansyah, polisi segera mengunjungi tempat kejadian perkara (TKP). Tindakan awal yang dilakukan adalah pengecekan dan identifikasi untuk mengumpulkan informasi lebih lanjut mengenai kejadian ini.
Kapolsek mengungkapkan bahwa situasi di lokasi sangat mengganggu, terutama melihat kerusakan pada mesin ATM. Dua orang saksi, Maulidani dan Santi Ayu Wulandari, menjadi kunci dalam proses penyelidikan dan memberikan keterangan mengenai waktu dan keadaan saat kejadian.
Melalui penyelidikan awal, terungkap bahwa plafon di atas mesin ATM jebol dan brankas dalam mesin itu ditemukan terbuka. Ini menunjukkan bahwa pelaku tidak hanya melanggar hukum tetapi juga sangat nekat dalam melakukan aksinya.
Kronologi Singkat Kejadian Pencurian di Minimarket
Kejadian pencurian berlangsung sekitar pukul 06.40 WIB, saat kedua saksi masuk ke dalam minimarket. Santi, yang bertugas membersihkan area kasir, adalah orang pertama yang melihat keadaan mencurigakan di sekitar mesin ATM.
Setelah menemukan plafon yang jebol, mereka segera mencari tahu lebih lanjut. Kerjasama antara keduanya sangat penting untuk memastikan bahwa situasi tidak semakin buruk dan untuk melaporkan kejadian tersebut dengan cepat.
Maulidani memperoleh informasi tentang kerusakan mesin ATM setelah dihubungi oleh Santi dan segera melaporkannya kepada kepala toko. Tindakan cepat ini membantu pihak kepolisian dalam segera menangani kasus yang menyebabkan kerugian material yang besar.
Estimasi Kerugian dan Dampak Kejadian terhadap Masyarakat
Berdasarkan penuturan Kapolsek Hery, kerugian akibat pencurian ini ditaksir mencapai sekitar Rp149 juta. Angka ini mengindikasikan betapa seriusnya dampak keuangan dari kejadian ini.
Selain kerugian material, pencurian ini juga dapat mengguncang rasa aman masyarakat. Masyarakat perlu lebih waspada dan proaktif dalam melaporkan kejadian serupa agar tidak terjadi lagi di masa depan.
Pihak kepolisian meneruskan upaya penyelidikan untuk menemukan pelaku dan mengungkap modus operandi di balik aksi pencurian ini. Diharapkan, dengan upaya yang intensif, keamanan publik dapat terjaga lebih baik di masa yang akan datang.


