www.lineberita.id – SERANG – Hotel Aston di Banten menciptakan program kuliner teranyar bernama “60 Seconds to Seoul.” Dengan konsep ini, pengunjung dapat menikmati berbagai sajian khas Korea dalam waktu singkat, hanya 60 detik. Ini bukan sekadar tawaran kuliner biasa, tetapi juga merupakan pengalaman yang mempermudah tamu untuk merasakan cita rasa internasional tanpa harus pergi jauh.
Regional General Manager Aston Hotel Banten, Doddy Fathurahman, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk menyajikan pengalaman kuliner global kepada para tamu. “Kami ingin mendekatkan diri dengan pelanggan. Meskipun menyajikan masakan Korea, mereka tidak perlu jauh-jauh ke Seoul,” ujar Doddy pada peluncuran program tersebut.
Konsep “60 Seconds to Seoul” menghadirkan beragam menu street food ala Korea yang dikenal sangat populer. Mulai dari Gangnam Hot Chicken, Tteokbokki, hingga Kimchi Fried Rice, semuanya disajikan dengan harga terjangkau sehingga sangat ramah di kantong.
Pengalaman Kuliner yang Inovatif dan Terjangkau untuk Semua Kalangan
Program ini menampilkan beragam pilihan dengan harga mulai dari Rp38 ribu hingga Rp58 ribu. Seluruh menu ditawarkan dengan kualitas terbaik, sekaligus memperhatikan daya beli masyarakat. Doddy menegaskan bahwa pengalaman kuliner ini dirancang agar dapat dinikmati oleh semua kalangan tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.
Untuk saat ini, sajian dalam program 60 Seconds to Seoul tersedia melalui layanan kamar dan menu kolam renang bagi para tamu hotel. Namun, ada rencana untuk memperluas aksesibilitas dengan memanfaatkan platform delivery online seperti GrabFood dan GoFood.
“Kami ingin agar semua orang dapat merasakan sensasi kuliner ini, tidak hanya tamu hotel. Dengan memanfaatkan aplikasi delivery, kami berharap lebih banyak orang dapat mencicipi menu ini,” kata Doddy.
Komitmen terhadap Kuliner Lokal dan Internasional
Walaupun mempopulerkan kuliner internasional, Doddy menekankan bahwa Aston Serang tetap berkomitmen untuk memperkenalkan kuliner lokal dari Banten. Setiap kali menggelar acara besar, mereka selalu menyajikan makanan khas daerah seperti rabeg, sate bandeng, dan kuliner lokal lainnya.
“Kami percaya akan pentingnya mempromosikan kekayaan kuliner lokal,” ujarnya. Makanan lokal diharapkan bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi para tamu yang datang ke hotel.
Penting bagi Aston untuk memberikan keseimbangan antara promosi kuliner internasional dan lokal. Kehadiran program seperti ini merupakan bentuk strategi untuk menarik perhatian tamu, sekaligus mempertahankan identitas kuliner dari daerah sekitar.
Rencana Jangka Panjang untuk Menghadirkan Menu Baru
Selama tiga bulan ke depan, program 60 Seconds to Seoul akan menjadi sorotan utama. Setelah program tersebut, pihak hotel merencanakan untuk memperkenalkan konsep baru, yaitu “60 Seconds to Tokyo” dan “60 Seconds to Bangkok.” Dengan cara ini, pengalaman kuliner di Aston Serang akan selalu terasa segar.
“Kami ingin para tamu selalu mendapatkan pengalaman baru ketika berkunjung,” ungkap Doddy. Dengan menonjolkan berbagai konsep kuliner dari berbagai negara, Aston Serang berharap dapat menarik lebih banyak tamu.
Keberlanjutan program ini juga menunjukkan komitmen hotel dalam mengenalkan inovasi di bidang kuliner. Menurut Doddy, daya tarik utama dari pengalaman baru ini adalah keunikan dalam menyajikan makanan yang telah dikenal luas di seluruh dunia.
Cita Rasa Tinggi Dalam Setiap Sajian Kuliner
Setiap hidangan yang disajikan dalam program ini tidak hanya didesain menarik tetapi juga menawarkan cita rasa tinggi yang terinspirasi dari kuliner asli Korea. Semua bahan yang digunakan sudah terjamin kualitasnya sehingga menjamin kepuasan para pelanggan.
Dengan mengutamakan cita rasa dan pengalaman yang menyenangkan, Aston Serang berharap bisa meningkatkan kepuasan tamu. “Kami berkomitmen untuk memberikan yang terbaik dalam setiap sajian,” papar Doddy.
Dengan berbagai pilihan menu berkualitas yang terjangkau, Aston Serang siap menjadi destinasi kuliner bagi para pencinta makanan Korea maupun lokal. Program ini adalah contoh bagaimana hotel dapat berinovasi dan tetap relevan dalam dunia kuliner.


