www.lineberita.id – CILEGON — Pemerintah Kota Cilegon menetapkan rencana ambisius untuk Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) Cilegon Mandiri, menargetkan bank ini mampu memberikan dividen kepada daerah pada tahun anggaran yang akan datang. Target ini muncul setelah Wali Kota Cilegon, Robinsar, menggelar rapat paripurna bersama DPRD terkait persetujuan penetapan sejumlah rancangan peraturan daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Robinsar menjelaskan bahwa perubahan status hukum BPRS Cilegon Mandiri menjadi Bank Perekonomian Rakyat Syariah adalah bagian dari amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023. Undang-undang ini mengharuskan bank-bank seperti BPRS untuk melakukan penyesuaian dalam waktu dua tahun setelah diundangkan.
“Perubahan ini penting bukan hanya untuk memenuhi kewajiban hukum, tetapi juga untuk memperkuat struktur kelembagaan, meningkatkan daya saing, dan memperluas layanan keuangan di Cilegon,” ungkap Robinsar.
Peran Strategis BPRS Cilegon Mandiri dalam Ekonomi Lokal
Menurut Wali Kota, BPRS Cilegon Mandiri berfungsi sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang memiliki peran krusial dalam mendukung ekonomi lokal. Fokus utama bank ini adalah membantu pelaku usaha kecil dan mikro agar dapat tumbuh dan berkembang.
Pemkot Cilegon berkomitmen untuk melakukan pembenahan menyeluruh agar BPRS dapat lebih profesional dan sehat dari segi finansial. “Kami percaya bahwa dengan dukungan yang tepat, BPRS bisa berkontribusi lebih besar terhadap ekonomi daerah,” katanya.
Robinsar juga menekankan pentingnya perubahan pada struktur manajemen BPRS. Ia menyebut telah dilakukan perombakan di jajaran direksi untuk menghadirkan semangat baru yang lebih mampu beradaptasi dengan dinamika pasar.
Upaya Penguatan Kinerja BPRS di Tengah Tantangan
Meskipun saat ini BPRS Cilegon masih dalam tahap penguatan kinerja, sejumlah langkah konkret sudah diambil. Wali Kota mengakui bahwa ini adalah proses yang membutuhkan waktu dan kerja keras dari semua pihak, baik eksekutif maupun legislatif.
“Dengan komitmen bersama, kami optimis BPRS Cilegon Mandiri bisa memberikan dividen untuk daerah pada tahun depan,” ujar Robinsar. Ia menekankan pentingnya dukungan, pengawasan, dan kolaborasi dari semua pihak.
Pemkot Cilegon juga berusaha mengikuti arahan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai pengelolaan pembiayaan yang prudent. Pendekatan ini bertujuan untuk meminimalkan risiko dan memastikan keberlanjutan kinerja BPRS.
Harapan Untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Robinsar berharap BPRS Cilegon Mandiri akan semakin sehat dan memberikan kontribusi nyata kepada pendapatan daerah. Fokus pembiayaan akan diarahkan pada sektor-sektor yang aman dan berkelanjutan, yang diyakini dapat mendukung peningkatan kinerja keuangan bank.
Wali Kota pun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif dalam mendukung pengembangan BPRS Cilegon Mandiri. “Keterlibatan masyarakat sangat penting agar bank ini bisa tumbuh dan memberikan dampak positif bagi perekonomian Kota Cilegon,” ujarnya.
Dengan langkah-langkah yang konkrit, Pemkot Cilegon percaya bahwa BPRS Cilegon Mandiri akan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah. “Kami yakin, BPRS Cilegon Mandiri akan memberikan manfaat bagi masyarakat yang lebih luas dan membantu meningkatkan kualitas hidup di Cilegon,” pungkas Robinsar.
Penulis: Usman Temposo
Editor: Wahyudin


