www.lineberita.id – Anggota DPRD Banten, Muhsinin, mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap penanganan masalah truk over dimension over load (ODOL) di Kabupaten Serang. Ia menilai bahwa tindakan pemerintah daerah dalam mengatasi isu ini terbilang lambat dan tidak sesuai harapan, terutama ketika melihat dampaknya terhadap keselamatan pengguna jalan.
Dalam sebuah aksi unjuk rasa di perempatan PCI, Muhsinin mengungkapkan bahwa situasi ini sudah berlangsung cukup lama. “Langkah pemerintah daerah dalam menangani masalah ini lambat. Seharusnya kan sudah dilarang. Ini sangat mengganggu pengguna jalan dan juga memakan banyak korban,” jelasnya dengan nada tegas.
Ia mendesak pemerintah daerah, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi, untuk lebih proaktif dalam menyelesaikan isu ini. Dengan banyaknya korban, penanganan yang cepat adalah kunci untuk menghindari kecelakaan lebih lanjut di jalan raya.
Pentingnya Tindakan Cepat Terhadap Truk ODOL
Muhsinin menekankan bahwa langkah-langkah yang diambil pemerintah harus segera diwujudkan. “Ini harus segera diatasi. Informasinya mulai malam ini dari jam 8 malam sampai jam 5 pagi sudah mulai diberlakukan. Ini tindakan terlambat memang,” ujar Muhsinin dengan nada kritis.
Situasi ini bukan hanya menjadi masalah bagi pengguna jalan, tetapi juga menciptakan keresahan di masyarakat. Keberadaan truk ODOL di jalanan membuat perjalanan menjadi tidak aman, dan setiap detik penantian tindakan dapat berakibat fatal.
Selanjutnya, ia juga mengharapkan agar kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub) mengambil langkah tegas untuk menegakkan aturan yang ada. Tanpa adanya penegakan hukum yang konsisten, masalah ini kemungkinan akan terus berulang.
Resonansi Aspirasi Warga Melalui Aksi Demonstrasi
Bersama para aktivis dan warga, Muhsinin merasa bahwa demonstrasi yang dilakukan adalah cara efektif untuk menyampaikan aspirasi. “Saya sepakat dengan adanya demo ini. Karena keberadaan truk ini sangat mengganggu, saya juga terganggu sebagai pengguna jalan,” ujarnya.
Aksi tersebut merupakan bentuk tekanan kepada pemerintah untuk mengambil tindakan nyata dalam menanggulangi masalah yang sudah berlarut-larut ini. Masyarakat merasa tidak lagi bisa menunggu keputusan pemerintah yang tak kunjung datang.
Muhsinin pun merasa perlu untuk bersama-sama masyarakat melakukan aksi ini sebagai bentuk solidaritas. “Saya bersama-sama masyarakat turun menyampaikan aspirasi supaya cepat tertangani,” tegasnya.
Menyoroti Keterlambatan Penanganan Masalah
Dalam konteks penanganan masalah yang berlarut, Muhsinin mengungkapkan keprihatinan yang mendalam. “Kalau bisa (pemerintah) dikatakan lambat-lambat, memang lambat. Seharusnya beberapa bulan lalu,” tambahnya.
Ia merujuk pada demo pertama yang telah dilakukan sebelumnya dan berharap tindakan pemecahan masalah seharusnya bisa dilakukan lebih cepat. “Saat demo pertama, ini sampai demo kedua masih belum diatasi. Jadi saya bisa katakan lambat,” ungkapnya dengan kekecewaan.
Melihat situasi ini, sangat penting bagi para pemangku kebijakan untuk mendengarkan suara masyarakat dan bertindak sesuai dengan harapan mereka. Waktu bukan sekadar angka, namun juga berkaitan dengan keselamatan dan kesejahteraan bersama.
Aksi massa dari Aliansi Masyarakat Kramatwatu Melawan (AMKM) juga terus melakukan pergerakan di depan Alun-alun Kramatwatu. Semangat masyarakat yang solid adalah tanda bahwa mereka menuntut perubahan dan tindakan nyata dari pemerintah.
Kontroversi mengenai truk ODOL terus meningkat dan menjadi sorotan, di mana setiap aksi damai selalu menyimpan makna yang lebih dalam. Warga berharap agar kesadaran mengenai masalah ini dapat menghantarkan perbaikan yang diharapkan.
Penting bagi para pemimpin daerah untuk merespons dengan cepat dan tepat, agar para pengguna jalan memperoleh kenyamanan dan keamanan selama berkendara. Masa depan yang lebih baik bagi tata kelola transportasi diharapkan dapat tercipta dengan kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah.
Penulis : Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Gilang Fattah


