www.lineberita.id – Di Tangerang Selatan, sebuah kasus kejahatan spesialis pengganjal mesin ATM mengemuka setelah empat pelaku ditangkap oleh Polsek Ciputat Timur. Mereka telah beraksi selama dua tahun dan mengakibatkan kerugian yang signifikan bagi para korban, mencapai ratusan juta rupiah.
Penangkapannya dipicu oleh laporan seorang warga bernama Puji, yang kehilangan uang sebesar Rp73,2 juta saat menggunakan mesin ATM. Penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian membuahkan hasil, mengungkap modus operandi pelaku dalam melancarkan aksinya ini.
Modus yang digunakan oleh keempat pelaku, sesuai keterangan Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq, melibatkan tindakan pengganjalan slot kartu ATM. Setelah korban mengalami kesulitan, mereka akan berpura-pura membantu dan merekam PIN korban untuk mencuri uang yang ada di saldo rekening.
Pengungkapan Kasus Pengganjal ATM di Tangerang Selatan
Empat pelaku yang ditangkap antara lain berinisial TS (26), RI (26), YS (31), dan JS (28). Mereka ditangkap di tempat terpisah setelah polisi memeriksa rekaman CCTV dari beberapa mesin ATM yang menjadi target penipuan.
Selama jangka waktu dua tahun, keempat pelaku telah melakukan enam kali aksi kejahatan yang total kerugian dari semua korban diperkirakan mencapai sekitar Rp200 juta. Hal ini menunjukkan betapa terorganisirnya tindakan mereka dalam melakukan penipuan ini.
Penggunan barang bukti seperti kartu ATM dan alat isap sabu menjelaskan modus yang diambil oleh para pelaku. Dari hasil penyelidikan, mereka tidak hanya mengandalkan kecerdikan tetapi juga keterlibatan dalam penyalahgunaan narkoba.
Bentuk Kejahatan dan Penyelidikan Polsek Ciputat Timur
Keahlian pelaku dalam mengoperasikan mesin ATM menjadi sorotan. Mereka mengganjal slot kartu dengan alat khusus untuk membuat korban merasa bingung. Dengan cara ini, mereka berhasil mengganti kartu korban dan menyalahgunakan PIN yang telah dicatat.
Penyelidikan dimulai setelah laporan dari Puji, yang mengalami kerugian besar. Petugas dengan cepat menganalisis rekaman CCTV dari tiga lokasi berbeda, yang pada akhirnya mengarah pada penangkapan pelaku pada 16 Oktober 2025.
Keberhasilan menangkap pelaku utama, TS, di sebuah toko emas, menunjukkan kecepatan dan ketepatan tindakan polisi. Setelah penangkapan awal, pengembangan kasus dilakukan sehingga tiga pelaku lainnya bisa ditangkap saat sedang menggunakan narkoba di sebuah rumah indekos.
Pentingnya Kewaspadaan dan Edukasi Masyarakat
Dari pengungkapan kasus ini, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat menggunakan mesin ATM. Perhatian terhadap slot kartu dan situasi di sekitar mesin sangat penting untuk meminimalisir risiko menjadi korban tindakan kriminal ini.
Bambang mengingatkan agar masyarakat melaporkan kejanggalan yang terlihat di mesin ATM. Kewaspadaan individu menjadi kunci dalam mencegah kejahatan serupa di masa mendatang.
Polisi juga menyampaikan bahwa mereka masih menyelidiki kemungkinan adanya pelaku lain dalam jaringan kejahatan ini. Melihat bagaimana modus dan taktik yang digunakan, masyarakat diharapkan lebih berhati-hati dan kritis saat melakukan transaksi.


