www.lineberita.id – TANGSEL — Uji coba sistem lampu merah di Simpang Duren, Ciputat, Tangerang Selatan dihentikan sementara pada hari Kamis, 13 November 2025. Penghentian ini dilakukan setelah ditemukan bahwa penggunaan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APIL) tidak efektif dalam mengurangi kemacetan yang terjadi selama periode uji coba sebelumnya.
Banyak pengendara yang merasakan dampak negatif dari penerapan lampu merah ini. Alih-alih membantu mengatasi kemacetan, uji coba tersebut justru menambah masalah lalu lintas yang ada.
Seorang pengendara motor bernama Wijianto (47) mengungkapkan bahwa waktu perjalanan yang biasanya hanya sepuluh menit kini bisa memakan waktu lebih dari setengah jam akibat kemacetan yang semakin parah. Ia berpendapat bahwa perlu kajian yang lebih matang sebelum menerapkan sistem lampu lalu lintas seperti ini.
Aurel (26), seorang pengendara lainnya, juga merasakan hal yang sama. Ia mengatakan bahwa uji coba lampu merah tidak memberikan dampak positif dan justru membuat kondisi lalu lintas menjadi lebih buruk. Menurut Aurel, penyelesaian masalah kemacetan tidak hanya bergantung pada pengaturan lampu lalu lintas saja.
Pentingnya Evaluasi Sebelum Menerapkan Sistem Lampu Merah
Kapolsek Ciputat, Kompol Bambang Askar Sodiq, menjelaskan bahwa saat ini APIL di Simpang Duren hanya menyala lampu kuning sebagai tanda hati-hati. Meskipun perangkat ini tidak dicabut, pihak kepolisian masih melakukan evaluasi untuk menentukan langkah selanjutnya.
Bambang menyampaikan bahwa hasil dari uji coba menunjukkan bahwa arus lalu lintas di Ciputat dan Ciputat Timur cenderung stagnan, tanpa adanya perbaikan signifikan. Uji coba tersebut justru berakhir dengan kemacetan yang lebih parah di berbagai ruas jalan.
Situasi kemacetan terlihat jelas di banyak titik, seperti Jalan Musyawarah dan akses menuju exit tol. Semakin sempitnya jalan serta ketidakhadiran trotoar juga memperburuk kondisi lalu lintas di daerah tersebut.
Faktor Penyebab Kemacetan yang Perlu Dipertimbangkan
Kapolsek menganalisis penyebab utama dari kemacetan yang terjadi. Salah satu faktor penting adalah adanya pohon besar di perempatan yang menghalangi pandangan pengendara. Menurutnya, pemangkasan atau penebangan pohon tersebut harus dilakukan sebelum sistem APIL diterapkan.
Selain itu, ada dua jembatan yang sempit di sekitar lokasi yang turut berkontribusi terhadap kepadatan lalu lintas. Keberadaan dua sekolah di sekitar lokasi juga menambah kepadatan pada jam sibuk, sehingga situasi semakin kritis.
Uji coba lampu merah ini dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan Tangsel pada Rabu, 12 November 2025, dengan tujuan untuk menyesuaikan durasi lampu berdasarkan volume kendaraan di jam sibuk. Namun, hasilnya justru diliputi oleh antrean panjang yang membuat frustrasi para pengendara.
Kondisi Lalu Lintas Setelah Penghentian Uji Coba
Setelah APIL dimatikan kembali, situasi lalu lintas berangsur-angsur membaik, seperti yang diamati oleh Kompol Bambang. Ia merasa bersyukur karena pagi hari setelah penghentian uji coba, arus lalu lintas kembali normal dan tidak lagi macet. Ini menunjukkan bahwa sistem yang diterapkan sebelumnya memang tidak sesuai untuk kondisi jalan yang ada.
Pihak berwenang perlu mempertimbangkan berbagai aspek sebelum menerapkan sistem lalu lintas yang baru. Jika tidak, solusi yang diharapkan hanya akan menjadi solusi sementara dan tidak menyelesaikan permasalahan utama kemacetan yang ada.
Sebagai langkah selanjutnya, penting untuk mengadakan diskusi lebih dalam dengan masyarakat serta ahli infrastruktur lalu lintas agar proyek-proyek serupa di masa depan dapat berjalan lebih lancar dan efektif.


