www.lineberita.id – KAB. SERANG – Dalam sebuah forum penting, Mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Serang, KH Matin Syarkowi, mengungkapkan keprihatinan tentang fenomena kader yang menjadikan NU sebagai alat untuk mencapai kepentingan pribadi. Ini adalah masalah serius yang perlu disikapi dengan bijak agar tujuan organisasi tetap terjaga.
Menurutnya, niat pengabdian adalah fondasi utama dalam berjuang di NU, bukan ambisi meraih jabatan. Ia mengajak semua anggota untuk memahami rằng NU adalah wadah bagi pengabdian dan perjuangan, bukan sekadar alat untuk meraih kekuasaan.
Dalam acara Rapat Pleno PCNU Kota Serang yang berlangsung di Hotel Wisata Baru, Banten, pada hari Jumat (16/1/2026), Matin menggarisbawahi pentingnya kontribusi NU dalam masyarakat. Ia menekankan bahwa peran dan rekam jejak NU di Kota Serang serta Provinsi Banten telah jelas dan terdokumentasi dengan baik.
Matin berjanji untuk membuka arsip sejarah yang berkaitan dengan pendirian Kota Serang sejak tahun 2007, sebagai bukti kontribusi signifikan warga NU. Memimpin NU selama tiga periode, ia menyatakan bahwa organisasi tidak bergantung pada bantuan proposal untuk bergerak.
Selama periode tersebut, NU menjalani sebuah proses perjuangan yang panjang, melibatkan seluruh masyarakat, sehingga banyak kontribusi NU yang mungkin tidak mendapatkan pengakuan yang cukup. Ia mengajak nahdliyin untuk menjaga kekompakan dalam menghadapi tantangan yang ada di depan.
Sikap Terhadap Tantangan di Era Modern
Matin juga mencermati narasi negatif yang sering ditujukan kepada NU, yang dapat merusak reputasi organisasi. Dengan mengatakan bahwa NU sering dianggap tidak profesional, ia mengajak semua pihak untuk menjawab tudingan tersebut dengan tindakan nyata dan kerjasama.
Rapat pleno kali ini berfungsi sebagai wadah refleksi untuk menentukan arah gerak NU. Pengurus melakukan evaluasi program dan merencanakan langkah konkret agar struktur organisasi dapat lebih adaptif terhadap perubahan zaman.
Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Serang, KH Saifun Nawasi, membuka rapat dengan menekankan pentingnya solidaritas di dalam organisasi. Ia menyatakan rasa syukurnya karena para pengurus bisa kembali berkumpul setelah disibukkan dengan berbagai agenda masing-masing.
Saifun mengakui adanya dinamika yang seringkali mengganggu pertemuan rutin. Namun, melalui rapat ini, diharapkan semangat kolektif di antara para pengurus dapat bangkit kembali untuk berkarya demi masyarakat.
Saifun juga menyoroti pentingnya penataan internal kepengurusan dengan melibatkan semua pihak. Ia menyatakan ada pengurus yang telah wafat atau mengundurkan diri, dan penting untuk membahas penggantian secara terbuka agar organisasi tetap berfungsi dengan baik.
Pentingnya Kemandirian Organisasi di NU
Pandangan strategis dari Sekretaris PWNU Provinsi Banten, Ahmad Nuri, juga menambah perspektif dalam diskusi. Ia menekankan pentingnya prinsip kemandirian organisasi yang telah diwariskan oleh pendiri Nahdlatul Ulama.
Nuri menjelaskan bagaimana NU memiliki sejarah panjang dalam perjuangan bangsa, bahkan jauh sebelum Republik Indonesia berdiri. Menurutnya, NU tidak pernah bergantung kepada negara untuk dapat berfungsi dan berkontribusi.
Ia menegaskan bahwa sikap ketergantungan pada kekuasaan tidak sejalan dengan khittah NU. Sebaliknya, NU harus tampil sebagai kekuatan sosial yang mandiri dan mampu memberikan arah bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Untuk itu, Rapat Pleno menjadi momentum introspeksi bagi anggota NU dalam menjalin hubungan dengan negara. Hal ini dipandang penting agar hubungan ini bersifat simbiotik dan saling menghormati antara NU dan negara.
Nuri menambahkan bahwa NU memiliki akar sejarah yang kuat dalam republik ini, dan sepatutnya perhatian negara hadir tanpa perlu diminta. Hal ini menjadi harapan baru bagi semua anggota NU untuk mempertahankan peran dan kontribusi dalam pembangunan bangsa.
Refleksi Bersama untuk Masa Depan
Rapat pleno ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi, tetapi juga ruang bagi semua anggota untuk bersatu dalam visi dan misi organisasi. Matin dan Saifun mengajak para kader untuk tidak sekadar berperan aktif di dalam NU, melainkan juga untuk memahami mengapa pengabdian itu penting.
Dalam konteks ini, kehadiran semua pengurus mendapatkan perhatian yang serius, untuk menyusun langkah strategis agar lebih relevan menghadapi tantangan zaman. Kebersamaan menjadi kunci dalam menciptakan NU yang lebih maju.
Acara kali ini diharapkan dapat memicu semangat baru di kalangan anggota. Dengan penekanan pada kontribusi nyata kepada umat, NU diharapkan dapat menampilkan citra positif yang sejalan dengan harapan masyarakat.
Dengan harapan yang tinggi untuk masa depan, semua anggota NU harus menjalin komunikasi yang baik, dan berfungsi sebagai teladan di tengah masyarakat. Kerjasama dan solidaritas antaranggota menjadi sangat penting untuk mewujudkan cita-cita bersama.
Akhirnya, Rapat Pleno ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pembentukan komunitas yang lebih kuat, solid, dan adaptif. Dengan bersatu dan berkomitmen, NU pasti dapat menjalankan fungsinya lebih baik di masyarakat.


