www.lineberita.id – Kegiatan keuangan yang inklusif semakin menjadi fokus perhatian di berbagai daerah, termasuk di Provinsi Banten. Melalui acara Financial Expo (Fin Expo) Banten 2025 yang diselenggarakan di Cilegon Center Mall, masyarakat diharapkan mendapatkan akses yang lebih baik terhadap produk dan layanan keuangan.
Pelaksanaan Fin Expo ini merupakan puncak dari Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025 yang mengusung tema “Inklusi Keuangan untuk Semua Rakyat, Rakyat Sejahtera Indonesia Maju.” Dalam acara ini, berbagai pihak berkolaborasi untuk mendukung semangat inklusi keuangan yang merata.
Kepala OJK Provinsi Banten, Adi Dharma, mengungkapkan bahwa dukungan berbagai pemangku kepentingan sangat penting untuk mencapai keberhasilan acara ini. Tema yang diangkat mencerminkan komitmen untuk memperluas akses keuangan kepada seluruh lapisan masyarakat.
Acara dua hari ini melibatkan tidak hanya pemerintah, tetapi juga lembaga jasa keuangan dan komunitas. Masyarakat dapat menjelajahi berbagai layanan yang ditawarkan, seperti pembukaan rekening, produk pembiayaan untuk UMKM, hingga informasi menarik mengenai literasi digital keuangan.
Peningkatan indeks inklusi dan literasi keuangan menjadi salah satu capaian yang disorot dalam acara ini. “Hasil survei menunjukkan bahwa indeks inklusi keuangan Banten melonjak signifikan dalam dua tahun terakhir,” sebut Adi Dharma.
Melihat tren positif itu, Adi menargetkan indeks inklusi keuangan di Banten bisa menembus angka 90 persen dalam waktu dekat. Hal ini bisa tercapai melalui program edukasi dan kolaborasi yang melibatkan berbagai lembaga keuangan.
Upaya Meningkatkan Akses Keuangan di Banten
Untuk mencapai inklusi keuangan yang lebih luas, berbagai program edukasi diperlukan. Masyarakat yang memperoleh pemahaman lebih baik mengenai produk keuangan akan lebih cenderung menggunakan layanan tersebut.
OJK juga menjalin kolaborasi dengan berbagai lembaga keuangan seperti Bank Mandiri dan Bank BJB untuk menyediakan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Inovasi layanan menjadi kunci untuk menarik minat masyarakat dalam menggunakan layanan keuangan.
Tantangan dalam menjangkau kelompok-kelompok tertentu seperti perempuan dan pelaku UMKM di pedesaan tetap menjadi fokus perhatian. Diperlukan pendekatan yang tepat untuk memastikan layanan keuangan dapat diakses oleh semua kalangan.
Komitmen OJK untuk memperkuat sinergi antara lembaga juga terlihat dari pelaksanaan acara ini. Melalui kerja sama yang baik, diharapkan layanan keuangan menjadi lebih inklusif dan bermanfaat bagi masyarakat.
Peningkatan literasi keuangan tidak hanya mencakup pengetahuan dasar, tetapi juga pemahaman tentang penggunaan alat pembayaran modern seperti QRIS. Dengan memahami teknologi ini, pelaku usaha, khususnya UMKM, bisa meningkatkan efisiensi dan daya saing mereka.
Fin Expo Banten 2025: Katalis Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Dari acara Fin Expo, berbagai lembaga jasa keuangan memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat. Ini merupakan peluang baik bagi masyarakat untuk mengeksplorasi pilihan yang ada dan mendapatkan informasi langsung dari sumbernya.
Selain itu, adanya penandatanganan komitmen bersama Program Simpanan Pelajar dan akad Kredit Pembiayaan Melawan Rentenir memberikan sinyal positif akan keseriusan pihak-pihak terkait dalam mendukung inklusi keuangan.
Akad Kredit Pembiayaan Melawan Rentenir menjadi solusi untuk melawan praktik pinjaman ilegal yang marak di masyarakat. Program ini tidak hanya melindungi masyarakat dari jeratan rentenir, tetapi juga memberikan alternatif yang lebih aman.
Kegiatan ini tidak hanya seremonial, tetapi juga merupakan langkah nyata dalam mewujudkan masyarakat Banten yang melek keuangan. Dengan semakin banyaknya warga yang sadar akan pentingnya masalah keuangan, akan semakin besar kesempatan untuk mencapai kesejahteraan.
Peran pemerintah daerah dalam mendukung inklusi keuangan juga sangat penting. Melalui kolaborasi antara berbagai pihak, diharapkan bisa tercipta ekosistem yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan.
Harapan untuk Masa Depan Inklusi Keuangan di Banten
Ketua Komisi XI DPR RI, Annisa Mahesa, menyoroti pentingnya langkah yang diambil oleh OJK Banten. Menurutnya, pendampingan dan edukasi harus terus dilakukan untuk mengurangi kesenjangan yang ada.
Dengan acara yang dilaksanakan di tempat umum seperti pusat perbelanjaan, masyarakat menjadi lebih mudah untuk mengakses informasi. Annisa juga menggarisbawahi pentingnya UMKM untuk memanfaatkan teknologi keuangan dengan bijaksana.
Hal ini sejalan dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat serta memajukan ekonomi daerah. Inklusi keuangan bukan hanya tentang akses, tetapi tentang manfaat langsung bagi masyarakat.
Pemerintah melalui TPAKD berkomitmen untuk terus memperluas layanan keuangan, terutama untuk membantu masyarakat di berbagai sektor. Masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga menjadi pelaku yang berdaya saing.
Semangat kolaborasi yang ditunjukkan dalam acara ini menjadi harapan baru bagi perkembangan inklusi keuangan di Banten. Ke depannya, semua pihak diharapkan untuk saling mendukung demi terwujudnya masyarakat yang lebih sejahtera dan mandiri.


