www.lineberita.id – Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, secara resmi membuka kegiatan Pengabdian Gerakan Kampung Al-Qur’an (GKQ) Batch XV yang digelar di Pendopo Bupati Lebak pada Jumat, 2 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi wadah berbagi ilmu dan pembelajaran bagi masyarakat untuk memberantas buta huruf Al-Qur’an di daerah tersebut.
Dengan pemilihan Kabupaten Lebak sebagai lokasi pengabdian, relawan GKQ berkontribusi nyata dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berbasis nilai-nilai Al-Qur’an. Sebanyak 107 relawan bergabung dalam usaha ini, menunjukkan antusiasme untuk menyebarkan pengetahuan Al-Qur’an kepada masyarakat.
Dalam kegiatan kali ini, relawan terbagi menjadi 11 laki-laki dan 96 perempuan. Mereka akan disebar ke berbagai wilayah, termasuk Kampung Pasir Kobul dan Kampung Kundur, memberikan pelatihan dan pembelajaran kepada masyarakat setempat.
Mengatasi Buta Huruf Al-Qur’an: Sebuah Tantangan Bersama
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Amir Hamzah menegaskan pentingnya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Ia menjelaskan bahwa Al-Qur’an memiliki peran signifikan dalam membentuk peradaban, serta membebaskan manusia dari penindasan dan sikap fatalisme.
Khususnya, ia menyoroti fakta bahwa di Indonesia, sekitar 72,25 persen masyarakat masih buta huruf Al-Qur’an. Di Kabupaten Lebak sendiri, angka ini berada di kisaran 60 persen, yang menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan masyarakat.
Kondisi ini tentunya menghadirkan tantangan, meskipun program-program seperti Gerakan Magrib Mengaji telah dicanangkan. Penekanan pada upaya pemberantasan buta huruf menjadi sangat penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah ini.
Fokus Pembelajaran untuk Anak dan Orang Tua
Amir Hamzah juga mengingatkan para relawan agar fokus dalam mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak dan orang dewasa yang belum bisa membaca. Hal ini diharapkan dapat memberikan fondasi yang baik bagi generasi mendatang dalam memahami ajaran agama.
Tekanan juga diberikan pada pentingnya pembelajaran bacaan yang benar, terutama dalam membaca Surat Al-Fatihah yang merupakan dasar dari semua ibadah. Hal ini menunjukkan bagaimana pendidikan Al-Qur’an dapat meningkatkan kualitas ibadah masyarakat.
Relawan diharapkan tidak hanya mengajar, tetapi juga menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Dengan metode yang tepat, pembelajaran Al-Qur’an bisa menjadi kegiatan menarik bagi anak-anak dan masyarakat luas.
Apresiasi untuk Relawan Gerakan Kampung Al-Qur’an
Di akhir sambutannya, Amir Hamzah mengungkapkan rasa bangga dan apresiasi yang mendalam terhadap semangat para relawan. Ia menyebut kegiatan ini sebagai gerakan yang mulia dan luar biasa karena bertujuan untuk mendekatkan masyarakat pada ajaran Al-Qur’an.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh relawan yang mau bergabung dalam gerakan ini,” ungkapnya. Pujian tersebut menunjukkan betapa pentingnya peran relawan dalam mencapai tujuan mulia ini.
Dengan dukungan dan semangat yang tinggi, diharapkan Gerakan Kampung Al-Qur’an dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Kesuksesan program ini tentu bergantung pada kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, serta komitmen relawan untuk memberikan terbaik bagi komunitas.


