www.lineberita.id – CILEGON – Situasi yang tidak biasa terjadi dalam ruang ibadah di Masjid Agung Nurul Ikhlas Cilegon pada Jumat (30/1/2026). Sejumlah ember terlihat menampung air yang mengalir dari kebocoran atap, mengakibatkan genangan air di beberapa titik.
Pada pantauan di lokasi, genangan air paling banyak terlihat di lantai 2 masjid. Sekitar delapan ember dan baskom kecil disiapkan untuk menampung tetesan air yang mengganggu kenyamanan jemaah.
Koridor masjid yang licin akibat air memenuhi lantai berpotensi menimbulkan risiko bagi pengunjung. Situasi ini menuntut perhatian segera agar keselamatan jemaah dapat terjamin.
Dari informasi yang beredar, pengelolaan Masjid Agung Nurul Ikhlas Kota Cilegon kini telah beralih dari yayasan kepada Pemerintah Kota Cilegon. Pembentukan Tim Caretaker diharapkan dapat membantu menata kepengurusan masjid lebih definitif.
Ketua Caretaker DKM Masjid Agung Nurul Ikhlas, Rahmatullah, mengonfirmasi adanya kebocoran yang menjadi masalah di masjid ini. Ia juga merupakan Kepala Bidang Kesejahteraan Rakyat yang bertanggung jawab atas isu ini.
Rahmatullah menjelaskan bahwa anggaran pemeliharaan masjid saat ini belum tersedia. Meskipun demikian, mereka sudah mengusulkan anggaran perbaikan kepada Walikota dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cilegon.
“Kami telah mengusulkan perbaikan, yang saat ini sedang dibahas oleh pihak PU terkait status aset. Hal ini penting untuk dibahas agar ada kesepahaman,” terang Rahmatullah.
Walaupun anggaran pembenahan belum ada, mereka masih berupaya untuk menangani kerusakan yang ada. Termasuk langkah-langkah untuk memperbaiki Masjid Nurul Iman yang terletak di kompleks Kantor Walikota Cilegon.
“Kami berfokus pada perbaikan kecil yang bisa segera dilaksanakan, sambil menunggu arahan untuk perbaikan yang lebih besar,” tambahnya. Perbaikan masjid secara keseluruhan diperkirakan membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.
Penulis : Maulana
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
Kondisi Penampungan Air di Masjid Agung Nurul Ikhlas Cilegon
Pemandangan saat ini di Masjid Nurul Ikhlas menggambarkan pentingnya perhatian terhadap infrastruktur bangunan tempat ibadah. Genangan air tidak hanya merusak estetika tetapi juga fungsi ruangan sebagai tempat beribadah.
Kebocoran atap menunjukkan perlunya pemeliharaan rutin untuk memastikan bangunan tetap aman. Terlebih lagi, masjid ini merupakan kebanggaan bagi penduduk daerah, yang menempatkan harapan akan kehadiran fasilitas yang memadai.
Langkah demi langkah harus diambil untuk mengatasi masalah ini. Perbaikan tidak hanya memperbaiki kebocoran, tetapi juga meningkatkan kualitas dan kenyamanan para jemaah yang beribadah.
Hal ini menjadi tanggung jawab kolektif, baik pemerintah maupun masyarakat. Komitmen untuk menjaga masjid dalam kondisi baik adalah kebutuhan penting sebagai sarana ibadah dan tempat berkumpulnya komunitas.
Upaya perbaikan lebih lanjut dan pengumpulan dana untuk restorasi sangat diharapkan. Penting bagi semua pihak untuk bersatu dalam menciptakan lingkungan ibadah yang layak dan nyaman.
Langkah-langkah yang Akan Ditempuh untuk Perbaikan
Setelah pengusulan anggaran, langkah selanjutnya adalah memastikan adanya dukungan dari berbagai pihak. Hal ini melibatkan komunikasi yang baik antara pengurus masjid dan pemerintah daerah.
Encouragement dari masyarakat setempat sangat diperlukan untuk mendorong kecepatan perbaikan. Masyarakat dapat berkontribusi melalui donasi atau partisipasi dalam kegiatan pemeliharaan.
Pentingnya transparansi dalam pengelolaan dana juga harus diperhatikan. Laporan rutin kepada masyarakat mengenai penggunaan dana akan membantu membangun kepercayaan.
Inisiatif untuk mengadakan kegiatan bersih-bersih atau komunitas berkala juga dapat membantu dalam perawatan. Hal ini tidak hanya menciptakan lingkungan yang bersih tetapi juga meningkatkan rasa kepemilikan masyarakat terhadap masjid.
Diharapkan, masjid dapat kembali berfungsi dengan baik sebagai tempat ibadah yang nyaman dalam waktu dekat. Semua langkah yang diambil akan berkontribusi pada penataan masjid yang lebih baik ke depan.
Partisipasi Masyarakat Dalam Memperbaiki Masjid
Keterlibatan masyarakat merupakan elemen penting dalam pemeliharaan fasilitas umum. Menyusun tim atau organisasi sukarela dapat meningkatkan rasa kepemilikan dan kebersamaan.
Projek yang melibatkan masyarakat tidak hanya bermanfaat secara materi tetapi juga membangun kepercayaan di antara anggota komunitas. Perasaan saling memiliki itu sangat berharga dalam memperkuat hubungan antar warga.
Keberadaan program pelibatan masyarakat dalam perbaikan masjid akan menjamin usahanya lebih bertahan lama. Para warga bisa berperan aktif dalam menjaga dan merawat masjid.
Perbaikan dan pemeliharaan yang dilakukan secara berkala juga diperlukan. Hal ini sudah bisa dilakukan sejak dari upaya memaksimalkan penggunaan fasilitas yang ada.
Dengan kerja sama yang baik antara pengurus, pemerintah, dan masyarakat, harapan untuk masjid yang lebih baik dapat terwujud. Semua pihak diharapkan bisa bersinergi demi kepentingan bersama.


