www.lineberita.id – SERANG – Komunitas Peduli Sungai Banten (KPSB) melaporkan bahwa mereka telah berhasil membersihkan 49 titik tumpukan sampah di sepanjang Sungai Cibanten sejak bulan Mei hingga awal Desember 2025. Meskipun upaya ini menunjukkan kemajuan, masih terdapat 16 titik lainnya yang belum ditangani, dan keberadaannya terfokus di kawasan pusat Kota Serang.
Ketua KPSB, Lulu Jamaludin, mengungkapkan bahwa kegiatan bersih-bersih yang dilakukan merupakan upaya bertahap yang melibatkan relawan serta Detasemen Polisi Militer (Denpom) III/4 Serang. Ke-16 titik yang tersisa sebagian besar berada di daerah padat penduduk, termasuk wilayah Lontar Jiwantaka, Lontar Sipung, Magersari, Pekarungan, Kampung Baru, Unyur, dan Katulisan.
Menurut Lulu, lokasi-lokasi ini umumnya terletak di bantaran sungai, di mana volume sampah cukup besar sehingga memerlukan penanganan ekstra. “Meskipun beberapa titik sudah pernah dibersihkan, penumpukan sampah kembali terjadi,” katanya pada hari Minggu setelah kegiatan pembersihan.
Saya Ingin Mengajak Lebih Banyak Relawan untuk Terlibat
Kondisi yang dihadapi KPSB mencerminkan tantangan serius dalam pengelolaan sampah di Kota Serang. Dalam penelitiannya, Lulu mencatat bahwa limbah rumah tangga dan plastik sekali pakai merupakan bagian besar dari sampah yang ditemukan, dengan banyak di antaranya juga terdiri dari material bangunan yang langsung dibuang ke sungai.
“Kondisi ini menunjukkan masih lemahnya sistem pengelolaan sampah di kawasan tersebut,” tambahnya dengan nada prihatin. Masalah ini tidak hanya berdampak pada kebersihan, tetapi juga mengancam ekosistem dan kesehatan masyarakat sekitar.
KPSB juga mengharapkan Pemerintah Kota Serang untuk meningkatkan keterlibatan instansi terkait. Selain itu, perlu adanya partisipasi masyarakat yang lebih aktif dalam menjaga kebersihan sungai dan mencegah penumpukan sampah.
Rencana Aksi dan Kegiatan Pembersihan Selanjutnya
Dalam waktu dekat, KPSB telah merencanakan aksi lanjutan pada tanggal 20 dan 21 Desember 2025. Pada 20 Desember, mereka akan melakukan pembersihan sungai di Kecamatan Kasemen, dimulai dari Kidemang hingga Kenari. Kegiatan selanjutnya akan dilaksanakan di sepanjang Bendungan Sindangheula hingga Cigintung pada hari berikutnya.
“Kami sangat berharap dengan adanya aksi ini, masyarakat lebih tergerak untuk ikut serta menjaga kebersihan sungai kita,” ungkap Lulu. Pembersihan yang dilakukan secara rutin diharapkan bisa mengurangi penumpukan sampah serta meningkatkan kesadaran masyarakat.
Pentingnya kolaborasi antara berbagai elemen di masyarakat menjadi salah satu fokus KPSB. Lulu menekankan bahwa keberhasilan pembersihan tidak hanya tanggung jawab KPSB, tetapi juga semua pihak yang terlibat.
Kesadaran dan Tindakan Bersama untuk Sungai yang Lebih Bersih
Dalam upaya menjaga kebersihan Sungai Cibanten, edukasi masyarakat menjadi salah satu kunci sukses. KPSB berencana untuk mengadakan program-program penyuluhan agar warga memahami potensi kerusakan yang disebabkan oleh sampah. Mereka ingin membangun kesadaran lingkungan yang lebih baik di kalangan masyarakat.
“Kami ingin masyarakat tahu bahwa kebersihan sungai adalah tanggung jawab bersama,” tambah Lulu. Dengan adanya program edukasi ini, diharapkan akan ada pengurangan risiko penumpukan sampah dan dampak negative yang ditimbulkan.
Kegiatan bersih-bersih yang dilakukan oleh KPSB diharapkan tidak hanya menjadikan sungai bersih, tetapi juga menjalin hubungan baik antarwarga. Kegiatan tersebut menjadi ajang untuk berkumpul dan berdiskusi tentang pentingnya menjaga lingkungan.


