www.lineberita.id – Perkembangan sektor jasa keuangan di Provinsi Banten menunjukkan tanda-tanda yang sangat positif pada tahun 2025. Ini merupakan kabar baik, terutama bagi masyarakat yang mengandalkan sektor keuangan untuk mendukung kegiatan ekonomi mereka.
Kondisi ini pun menjadi indikator penting bahwa perekonomian di Banten tetap stabil meskipun di tengah tantangan yang dihadapi dari ekonomi nasional dan global. Hal ini menunjukkan adanya ketahanan yang kuat dalam struktur ekonomi daerah.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jabodebek, Edwin Nurhadi, menjelaskan bahwa sektor keuangan di wilayah Jabodebek, yang meliputi DKI Jakarta dan Banten, tetap solid. Pertumbuhan yang positif tidak hanya terlihat pada sektor perbankan, tetapi juga di pasar modal serta industri keuangan non-bank.
Edwin menambahkan bahwa ketahanan sektor keuangan di Banten dirasakan sangat kuat, khususnya pada segmen konsumsi dan perdagangan, yang menjadi pilar utama perekonomian daerah. Perkembangan ini sejalan dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan.
Pada bulan Agustus 2025, OJK melaporkan peningkatan dalam penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) di Banten, mencapai angka Rp303,20 triliun. Ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin yakin untuk menyalurkan dana mereka ke perbankan, yang tentunya sangat positif bagi perekonomian daerah.
Data Terbaru Sektor Perbankan dan Pertumbuhannya
Di sektor perbankan, penyaluran kredit mengalami pertumbuhan yang signifikan, yakni naik 3,55 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total penyaluran kredit mencapai Rp220,22 triliun, sementara rasio kredit bermasalah tetap terjaga pada angka 2,30 persen.
Kredit konsumsi menjadi penyumbang terbesar, dengan porsi mencapai 53,27 persen dari total penyaluran kredit. Hal ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat di Banten terus meningkat, menandakan adanya pertumbuhan yang positif dalam sektor domestik.
Di samping itu, sektor perdagangan besar dan eceran juga menunjukkan kontribusi yang tidak kecil, mencapai 11,98 persen, diikuti dengan industri pengolahan yang menyumbang 11,39 persen. Dengan demikian, basis perekonomian di Banten tetap terdiversifikasi dengan baik.
Edwin memberikan peringatan kepada pihak perbankan untuk tetap mematuhi prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit, terutama dalam sektor rumah tangga. Hal ini sangat penting untuk memastikan keberlangsungan dan kestabilan sektor perbankan.
Peningkatan Partisipasi Pasar Modal oleh Masyarakat Banten
Selain sektor perbankan, partisipasi masyarakat Banten di pasar modal juga menunjukkan tren yang membahagiakan. Hingga bulan Agustus 2025, jumlah investor yang terdaftar mencapai 931,99 ribu orang, mengalami peningkatan sebesar 19,01 persen dibandingkan tahun lalu.
Kota Tangerang menjadi wilayah dengan kontribusi terbesar, menyumbang 27,87 persen dari total investor. Ini menunjukkan peningkatan minat masyarakat untuk berinvestasi dan berpartisipasi dalam pasar keuangan yang lebih luas.
Lebih jauh, nilai transaksi saham di pasar modal Banten naik sebesar 13,59 persen, mencapai Rp20,49 triliun. Dari jumlah tersebut, 57,14 persen berasal dari investor di Kota Tangerang, menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan.
Edwin mencatat bahwa pertumbuhan jumlah investor merupakan cerminan dari meningkatnya literasi keuangan di kalangan masyarakat. Hal ini menjadi sinyal positif bagi OJK dalam memperluas inklusi keuangan di daerah tersebut.
Kinerja Positif dari Industri Keuangan Non-Bank di Banten
Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) di Banten juga memberikan hasil yang memuaskan. Hingga bulan Juli 2025, piutang pembiayaan tumbuh sebesar 5,58 persen, mencapai Rp35,24 triliun, sedangkan non-performing financing (NPF) tetap terkendali di angka 3,24 persen.
Untuk sektor pinjaman daring, terdapat 1,68 juta rekening aktif dengan nilai outstanding mencapai Rp5,98 triliun. Kenaikan ini mencapai 16,82 persen jika dibandingkan tahun lalu, sementara tingkat wanprestasi (TWP90) juga tetap terjaga di 2,27 persen.
Di sektor penjaminan, investasi di Banten meningkat 6,42 persen, menjadi Rp110 miliar, sedangkan outstanding penjaminan melonjak 153,59 persen menjadi Rp7,82 triliun. Ini menunjukkan bahwa sektor IKNB berperan penting dalam mendukung pembiayaan ekonomi masyarakat.
Edwin menekankan bahwa OJK mendorong lembaga pembiayaan dan asuransi untuk terus memperluas akses layanan yang aman dan terpercaya, demi memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Kolaborasi antara lembaga keuangan dan masyarakat sangat penting dalam memperkuat struktur ekonomi daerah.
Secara keseluruhan, capaian positif di sektor jasa keuangan di Banten merupakan hasil kerja keras bersama antara lembaga keuangan, pemerintah daerah, dan partisipasi aktif masyarakat. Edwin berharap momentum pertumbuhan ini dapat terus dipertahankan.
OJK berkomitmen untuk memperkuat literasi keuangan, memperluas inklusi, serta memastikan perlindungan konsumen agar semua lapisan masyarakat mendapatkan manfaat dari sektor jasa keuangan secara optimal. Keterlibatan semua pihak diharapkan dapat membawa Banten menuju arah perkembangan yang lebih baik di masa depan.


