www.lineberita.id – Kabupaten Tangerang tengah menghadapi isu lingkungan yang cukup rumit terkait aktivitas produksi PT Bintang Orbit Surya Sejahtera (BOSS). Bau menyengat yang ditimbulkan selama proses produksi masih menjadi keluhan utama dari warga sekitar, termasuk di Desa Cangkudu, Kecamatan Balaraja, yang diungkapkan oleh Sekretaris Desa, Denis Heriawan.
“Kami membenarkan adanya keluhan tentang bau tersebut,” ujar Denis suasana serius setelah pertemuan antara wakil warga dan PT BOSS di Balaraja. Hal ini menunjukkan adanya perhatian yang tinggi dari pihak desa terhadap masalah kesehatan masyarakat.
Denis menegaskan bahwa bau yang mengganggu tersebut perlu ditindaklanjuti dengan pengujian oleh instansi terkait. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang telah berinisiatif dengan mengambil sampel kualitas udara dari area pabrik dan pemukiman warga.
Pihak desa sudah beberapa kali mendengar laporan dari warga tentang gangguan bau ini. Dia mengekspresikan keprihatinan bahwa pemerintah desa melarang keras jika bau itu berpotensi menimbulkan masalah kesehatan bagi masyarakat.
Langkah-Langkah Pemerintah Desa Menjaga Kesehatan Warga
Dalam menghadapi keluhan warga, pemerintah desa Cangkudu mengambil langkah proaktif. Mereka berkomitmen untuk memastikan bahwa tidak ada bau yang mengancam kesehatan masyarakat. Hal ini menjadi perhatian utama Denis dalam menjalankan tugasnya.
Selain melarang aktivitas yang dapat merugikan kesehatan, Denis juga menjelaskan bahwa pertemuan antara warga dan perusahaan memberikan peluang untuk saling mendengarkan. PT BOSS telah mengemukakan beberapa rencana untuk mengurangi bau, termasuk modifikasi dalam proses produksi.
“Saya menghargai niat baik perusahaan, tetapi tindakan nyata harus segera dilakukan,” ujar Denis. Harapannya, upaya perusahaan tidak hanya berbicara di atas kertas tanpa realisasi di lapangan.
Inisiatif untuk Mengurangi Bau dari Pabrik
Dalam upaya merespons keluhan warga, PT BOSS berjanji untuk mengimplementasikan beberapa langkah inovatif. Mereka berencana untuk menanam pohon bambu di sekitar area permukiman sebagai bagian dari strategi untuk menyaring udara. Ini merupakan langkah positif yang diharapkan dapat secara signifikan mengurangi dampak negatif dari bau yang ditimbulkan.
Denis menegaskan pentingnya perusahaan untuk tidak hanya berjanji, tetapi juga berkomitmen untuk melakukan tindakan nyata agar warga merasa aman dan nyaman. “Kualitas hidup masyarakat harus menjadi prioritas,” tambahnya.
Meskipun ada rencana ini, warga masih skeptis. Mereka mengharapkan adanya tindak lanjut yang terlihat dan bukan sekadar pernyataan tanpa tindakan. Lingkungan yang sehat adalah hak setiap orang, dan upaya perusahaan harus dipertanggungjawabkan.
Sejarah Permasalahan Pabrik dan Langkah-langkah Legal
Isu ini bukan kali pertama muncul. PT BOSS pada tengah April lalu sempat ditutup oleh Bupati Tangerang terkait perkara perizinan. Hal ini menunjukkan bahwa masalah antara perusahaan dan komunitas sudah cukup lama terpendam dan memerlukan solusi yang tepat dan mendalam.
Denis mengatakan bahwa pihak perusahaan telah berupaya menempuh proses perizinan yang diperlukan. Namun, keluhan mengenai bau menyengat tetap hadir menjadi persoalan yang belum sepenuhnya bisa diselesaikan.
“Intinya, kami tidak ingin bau ini terus berlanjut. Kami mengharapkan PT BOSS dapat menemukan solusi yang efektif agar bau mengganggu ini bisa dihilangkan,” tekan Denis. Harapan ini menjadi landasan bagi komunikasi terus-menerus antara warga dan perusahaan.


