www.lineberita.id – Banten Investment Forum (BIF) 2025 mencetak prestasi luar biasa dengan menarik komitmen investasi mencapai Rp81 triliun dari berbagai investor, baik domestik maupun luar negeri. Forum ini diinisiasi oleh Bank Indonesia (BI) Kanwil Provinsi Banten dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten guna memperkuat perekonomian lokal dan menciptakan lapangan kerja.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang promosi investasi, tetapi juga sebagai langkah konkrit untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih sehat dan berkelanjutan. Dengan melibatkan berbagai stakeholder, kegiatan ini diharapkan dapat memfasilitasi kerjasama antara investor dan pemerintah daerah.
Dua komitmen utama dari PT Karya Teknik Investama dan International Holding PT Limited mencerminkan ketertarikan sektor swasta dalam enerji terbarukan. Investasi sebesar Rp40 miliar untuk proyek energi baru terbarukan tenaga surya di Kabupaten Lebak adalah contoh nyata dari komitmen ini.
Peran Investasi dalam Perkembangan Ekonomi Daerah Banten
Kepala BI Perwakilan Provinsi Banten, Ameriza M. Moesa, menegaskan bahwa investasi memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi Banten. Saat ini, sumbangan investasi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) provinsi ini berkisar antara 10 hingga 15 persen, dengan potensi besar untuk berkembang lebih lanjut.
Target investasi tahun ini mencapai Rp119 triliun, dan pencapaian saat ini sudah mendekati 80 persen dari target tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa Banten berada di jalur yang tepat untuk menarik lebih banyak investor dan memperkuat ekonominya.
Ameriza menjelaskan bahwa nilai investasi yang tercatat merupakan komitmen awal, dan realisasinya akan dilakukan secara bertahap. Ia optimis bahwa jika 80 persen dari komitmen ini dapat terealisasi dalam waktu dekat, dampaknya akan signifikan bagi perekonomian daerah.
Strategi untuk Meningkatkan Daya Tarik Investasi di Banten
Gubernur Banten Andra Soni menyoroti pentingnya infrastruktur yang mendukung dan posisi strategis daerah dalam menarik investasi. Dengan kedekatan wilayahnya ke Jakarta, Banten menjadi pilihan menarik bagi industri yang ingin berkembang. Hal ini sangat relevan dalam konteks pengembangan industri hilirisasi, terutama di Cilegon.
Andra menegaskan bahwa setiap investasi senilai Rp1 triliun mampu menciptakan sekitar 1.400 lapangan kerja lokal. Ini menunjukkan bahwa keterampilan tenaga kerja menjadi aspek vital dalam menarik investasi lebih lanjut.
Untuk itu, ia mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Apindo Berdaya, untuk memastikan tenaga kerja yang tersedia memiliki kemampuan yang memadai serta mental yang siap menghadapi tantangan industri.
Peran DPMPTSP dalam Pengembangan Investasi Berkelanjutan di Banten
Kepala DPMPTSP Provinsi Banten, Virgojanti, menjelaskan bahwa BIF adalah bagian dari roadmap pembangunan investasi yang berkelanjutan. Tidak hanya berfokus pada nilai realisasi investasi, tetapi juga dampaknya terhadap ekonomi lokal, penyerapan tenaga kerja, dan pemberdayaan UMKM.
Forum ini bertujuan untuk memperkuat posisi Banten sebagai daerah investasi yang unggul, mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan dukungan dari semua pemangku kepentingan, diharapkan Banten dapat menarik lebih banyak investasi di masa depan.
Virgojanti berharap bahwa melalui forum ini, Banten akan mendapatkan momentum untuk mencapai tujuan tersebut dan merealisasikan potensi yang dimilikinya sebagai daerah investasi. Langkah-langkah konkret perlu terus dilakukan untuk memastikan keberhasilan dalam menciptakan lingkungan investasi yang kondusif dan menarik.


