www.lineberita.id – Kabupaten Lebak, yang terletak di Provinsi Banten, menjadi sorotan terkait dengan program Makan Gizi Gratis (MBG). Sebanyak 27 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi, namun sebagian besar dari mereka diduga belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
SLHS adalah dokumen penting yang menunjukkan bahwa tempat usaha di bidang pangan telah memenuhi standar kebersihan dan kesehatan. Tanpa sertifikat ini, ada sejumlah kekhawatiran tentang kualitas dan keamanan makanan yang disajikan.
Asep Royani, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Lebak, menyatakan bahwa meskipun prosedur pengajuan SLHS memakan waktu, pihaknya telah mendorong agar semua dapur segera mengurusnya. Proses yang memerlukan ketelitian dan kejelian ini diharapkan segera selesai agar dapur-dapur dapat beroperasi dengan standar yang sesuai.
Beroperasi Tanpa Sertifikat: Risiko dan Keamanan Makanan
Meskipun belum memiliki SLHS, dapur-dapur MBG tetap melanjutkan aktivitasnya dalam pengolahan makanan. Ini menimbulkan kekhawatiran mengenai potensi risiko kesehatan bagi siswa yang menerima makanan hasil olahan dapur tersebut.
Namun, Asep menegaskan bahwa proses pemohon SLHS dapat berlanjut bersamaan dengan operasional dapur. Hal ini memberikan peluang untuk mengoptimalkan keamanan pangan selama proses pengajuan berjalan.
Sebanyak tujuh dari 27 dapur telah melaksanakan pelatihan penjamah makanan. Pelatihan ini bertujuan untuk membekali tenaga kerja dengan pengetahuan penting mengenai keselamatan dan standarisasi makanan, sehingga mereka tetap bisa menjaga kualitas meski belum ada sertifikat resmi.
Pendidikan dan Edukasi untuk Pengelola Dapur
Setiap dapur MBG mempunyai kepala SPPG yang telah memperoleh sertifikat penjamah makanan. Hal ini menjadi aset berharga dalam upaya untuk menjamin standar operasional dari setiap dapur yang beroperasi.
Kepala SPPG diharapkan akan mentransfer pengetahuan yang mereka miliki kepada para relawan yang bekerja di dapur, sehingga proses edukasi bisa berlangsung secara efektif. Dengan demikian, akan ada perhatian lebih terhadap praktik kebersihan dan keamanan pangan.
Pendidikan yang berfokus pada standarisasi di dapur ini dapat berkontribusi besar dalam meminimalisir risiko yang ada. Relawan yang terlibat diharapkan mampu memahami dan melaksanakan prosedur standar dengan baik.
Manfaat Program Makan Gizi Gratis untuk Siswa
Program MBG sendiri bertujuan untuk menyediakan akses makanan bergizi bagi siswa di wilayah tersebut. Ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas gizi serta kesehatan anak-anak di Kabupaten Lebak.
Pemberian makanan bergizi sangat penting dalam mendukung tumbuh kembang anak. Dengan adanya program ini, diharapkan dapat meminimalkan masalah gizi buruk yang sering terjadi di kalangan siswa.
Meskipun ada tantangan terkait sertifikasi, komitmen untuk memberikan gizi yang baik kepada siswa tetap menjadi prioritas. Hal ini mencerminkan upaya dari pihak berwenang untuk menjaga kualitas makanan yang diberikan kepada anak-anak.


