www.lineberita.id – JAKARTA – Bank Indonesia (BI) dan People’s Bank of China (PBoC) tengah menguji coba interkoneksi antara Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Indonesia dan China. Langkah ini diharapkan dapat memperluas penggunaan QRIS di seluruh Asia, memberikan kemudahan dalam transaksi lintas negara.
Gubernur BI, Perry Warjiyo, menjelaskan bahwa perluasan QRIS ke China merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan konektivitas perdagangan antara kedua negara. Dengan adanya sistem ini, diharapkan transaksi menjadi lebih efisien, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Menurut Warjiyo, konektivitas pembayaran ini tidak hanya akan memfasilitasi perdagangan, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan sektor pariwisata di Indonesia dan China. Hal ini tentunya akan memberikan dampak positif bagi perekonomian kedua negara.
Tantangan dan Harapan dalam Uji Coba QRIS dengan China
Uji coba ini melibatkan beberapa pihak, termasuk ASPI dan UnionPay International (UPI), serta sejumlah penyelenggara jasa sistem pembayaran yang ada. Dengan keterlibatan ini, diharapkan semua proses dapat berjalan dengan baik dan sesuai rencana.
Implementasi QRIS di Indonesia telah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Pada bulan Juni 2025, tercatat berbagai transaksi antarnegara dengan hasil yang sangat positif, yang menggambarkan potensi besar dari sistem pembayaran ini.
Sejak peluncuran QRIS Antarnegara dengan Thailand pada Agustus 2022, telah tercatat hampir satu juta transaksi dengan total nominal mencapai Rp 437,54 miliar. Hal tersebut menunjukkan minat tinggi dari masyarakat dan pelaku usaha dalam menggunakan QRIS dalam transaksi sehari-hari.
Data Transaksi QRIS Antarnegara yang Menarik
Untuk transaksi QRIS antara Indonesia dan Malaysia, peluncurannya pada Mei 2023 telah mencatatkan lebih dari 4,31 juta transaksi dengan nilai mencapai Rp 1,15 triliun. Ini merupakan indikasi nyata betapa QRIS dapat mengakomodasi kebutuhan transaksi lintas negara dengan efisien.
Singapura juga menunjukkan progres yang baik dengan 238.216 transaksi dan nominal Rp 77,06 miliar sejak peluncurannya pada 17 November 2023. Data ini memberikan gambaran bagaimana QRIS kini menjadi pilihan utama bagi pengguna dalam melakukan transaksi internasional.
Keberhasilan ini menjadi cerminan kerja keras antara Bank Indonesia dan ASPI, serta berbagai pihak terkait lainnya dalam memajukan sistem pembayaran digital di indonesia. Inovasi dan kolaborasi terus dilakukan untuk menjaga momentum ini.
Strategi dan Komitmen Bank Indonesia untuk Pengembangan QRIS
Bank Indonesia berkomitmen untuk terus meningkatkan dukungan terhadap industri sistem pembayaran, termasuk dalam hal pengembangan lebih lanjut dari QRIS. Sinergi dengan berbagai pihak akan diperkuat untuk memperluas akseptasi QRIS di masyarakat.
Pengembangan fitur dan inovasi QRIS yang berkelanjutan menjadi prioritas untuk mendukung kenyamanan dan keamanan pengguna. Inovasi ini akan membantu mendorong adopsi QRIS di berbagai kalangan masyarakat.
Selain itu, kerja sama yang baik di dalam negeri dan lintas negara adalah kunci untuk mengoptimalkan manfaat dari QRIS. Dengan sinergi yang baik, diharapkan akan muncul berbagai peluang baru dalam sektor pembayaran dan perdagangan internasional.


