www.lineberita.id – PANDALEANG – Lima nelayan dari Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, mengalami kecelakaan tragis saat mencari ikan di perairan Labuan Blok Karang Kabua. Peristiwa tersebut berlangsung sekitar pukul 12.15 WIB, di mana satu nelayan ditemukan meninggal dunia sementara empat lainnya mengalami berbagai kondisi yang berbeda.
Di antara para nelayan yang terlibat, Jumeni (45) mengalami luka ringan pada tumit kakinya, sedangkan Untung (40) dinyatakan meninggal akibat luka bakar di punggung dan paha. Tiga rekan mereka yang selamat, termasuk Mulud (45), Sana (40), dan Endi (40), mengaku syok namun selamat dari insiden tersebut.
Menurut informasi awal yang dihimpun, para nelayan tersebut tengah dalam perjalanan pulang setelah memancing ikan teri dengan menggunakan kapal kecil. Namun, cuaca buruk yang tiba-tiba muncul menyebabkan mereka mengalami bencana tak terduga.
Cuaca Buruk di Perairan Karang Kabua
Sekitar pukul 12.15 WIB, cuaca di kawasan perairan mulai berubah drastic dengan hujan lebat disertai petir. Dalam kondisi tersebut, petir menyambar kapal yang ditumpangi para nelayan, yang mengakibatkan Untung kehilangan nyawanya di tempat.
Menurut Kapolsek Carita Iptu Toerip Tasega, tidak ditemukan informasi yang menyebutkan mereka menggunakan handphone pada saat itu. “Keadaan sangat tidak menguntungkan,” ujarnya menjelaskan situasi saat menyerang mereka.
Para nelayan tampaknya tidak memiliki waktu untuk merespons sebelum kejadian tersebut. Informasi mengenai cuaca dan kondisi laut seringkali menjadi perhatian yang berat dalam aktivitas penangkapan ikan, tetapi terkadang cuaca dapat berubah dengan sangat cepat.
Upaya Pertolongan dan Penanganan Korban
Setelah kejadian, para korban berhasil dievakuasi oleh nelayan lain yang berada di dekat lokasi kejadian. Untung dibawa ke rumah duka, sementara Jumeni dan rekan-rekannya diberikan perawatan medis yang segera di Puskesmas Carita.
Jumeni yang mengalami luka ringan telah dipulangkan setelah mendapatkan perawatan. Kapolsek Toerip juga menyatakan bahwa proses penanganan sudah dilakukan dengan baik, termasuk komunikasi dengan keluarga korban.
“Keluarga telah menerima informasi mengenai keadaan korban dan mereka sangat berduka atas kejadian ini,” lanjutnya. Penting bagi nelayan dan pihak yang beroperasi di laut untuk selalu berwaspada terhadap perubahan cuaca yang mendadak.
Pendidikan Keselamatan untuk Nelayan
Dari kejadian ini, menjadi jelas bahwa pendidikan tentang keselamatan di laut perlu diperkuat di kalangan nelayan. Pemerintah setempat seharusnya mempertimbangkan untuk menyelenggarakan workshop atau pelatihan mengenai pengenalan cuaca dan langkah-langkah keselamatan lebih lanjut.
Kolaborasi antara pihak berwenang dan komunitas nelayan bisa memperkecil angka kejadian serupa di masa mendatang. Pengetahuan mengenai pengamatan cuaca dan penyediaan alat komunikasi yang efektif saat melaut adalah kunci untuk meningkatkan keselamatan nelayan.
Dalam banyak kesempatan, pelayaran saat cuaca buruk bisa dihindari jika nelayan memiliki pengetahuan dasar tentang bagaimana membaca tanda-tanda alam. Oleh karena itu, dukungan terhadap inisiatif keamanan dan bantuan teknis sangat diperlukan.


